Kamis, Februari 25, 2016

Pantun

Pantun adalah salah satu puisi lama yang dikenal cukup luas dalam berbagai macam bahasa bahasa yang ada di Nusantara. Contohnya, dalam bahsa Jawa pantun dikenal dengan sebutan Parikan, sementara itu dalam bahasa Sunda, pantun dikenal dengan nama paparikan, dan dalam Batak pantun dikenal dengan Umpasa. Pada dasarnya, pantun terdiri dari empat larik atau baris, bersajak akhir a-b-a-b dan a-a-a-a. awal mulanya, panting adalah sebuah sastra lisan, tetapi sekarang banyak juga pantun yang tertulis.
Secara social, pantun memiliki peran yang sangat kuat di dalam pergaulan sehari hari, bahkan hingga saat ini. Di kalangan remaja, seseorang yang dapat berpantun biasanya akan dihargai. Seseorang yang dapat berpantun artinya ia dapat bermain kata kata dengan cepat.
Ada beberapa jenis pantun, salah satunya adalah pantun jenaka.
Pantun Jenaka pada dasarnya memiliki aturan yang sama dengan pantun pantun lain. Bedanya, pantun jenaka harus memiliki unsur humor sehingga dapat membuat pembacanya tertawa atau minimal tersenyum.  Tapi seiring berkembangnya jaman, pantun jenaka pun beberapa berubah menjadi satu sampiran dan satu isi.
Karena Pantun Jenaka memiliki unsur humor maka pantun ini bertujuan untuk menghibur orang yang mendengar, dan terkadang dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung, dan dengan pantun Jenaka diharapkan suasana akan menjadi semakin riang gembira.

Berikut ini adalah beberapa contoh pantun jenaka :

Buat apa panen kelapa
Kalau belum tumbuh tunas
Buat apa membeli vespa
Cicilan kompor saja belum lunas

Terang saja tanganku kaku
Pagi ini dingin sekali
Jelas saja tokonya tak laku
Baju sobek kau jual lagi

semoga bermanfaat bagi anda,tunggu postingan selanjutnya...

SALAM BUDAYA..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...