LAHIRNYA SKA
PERKEMBANGAN SKA
Definisi Ska adalah campuran antara musik Jamaika yang digabungkan dengan sedikit sentuhan musik modern, menjadikannya musik yang dapat memacu kaki kita untuk terus bergoyang mengikuti irama cheers up. Pada awalnya pemuda-pemuda ini tidak tertarik dengan optimisme musik Ska. Pemuda-pemuda tersebut menciptakan identitas kelompok yang dinamakan `Rude Boy` (sebuah trend di kalangan pemuda yang pernah terjadi pada periode awal tahun 40`an). Gaya dansa Ska dari para Rude Boy memiliki ciri khas tersendiri, lebih pelan, dengan tingkah seakan-akan meninju seseorang. Rude Boy memiliki koneksitas dengan `Scofflaws` (orang-orang yang selalu menentang hukum) dan dunia kriminal lainnya. Hal ini terefleksikan dalam lirik-lirik lagu ska. (catatan: gaya penampilan berpakaian Rude Boy yaitu dengan celana panjang yang mengatung hanya semata kaki).
Memasuki gelombang kedua, sebelumnya marilah kita lihat beberapa sejarah Ska lainnya. Di tahun 1962, saat di mana Inggris menjanjikan jaminan secara tak terbatas kepada para imigran yang berasal dari negara-negara persemakmurannya, kerusuhan ras pun terjadi. Di saat itu musik Ska & Reggae sedang populer. Pada tahun 70`an, imej Rude Boy diperbaharui dan ter-ekspresi dalam penggabungan 2 jenis musik yang masih tergolong baru di Inggris yaitu Reggae & Punk seperti yang dilakukan The Clash dalam lagu “Rudie can`t fail”. Antara pertengahan hingga akhir tahun 70`an, band seperti The Coventry Automatics memilih untuk memainkan Ska ketimbang Reggae karena menurut Jerry Dammers (pendiri band tersebut), memainkan musik Ska lebih mudah dan gampang. The Coventry Automatics merubah namanya menjadi The Specials AKA, kemudian berubah lagi menjadi The Specials. Selanjutnya pada tahun 1979, Jerry Dammers mendirikan 2 Tone Records. Keinginan Dammers layaknya seperti Prince Buster di awal tahun 60`an yaitu menciptakan sesuatu yang baru. Hitam dan putih menjadi symbol, kemudian Lahirlah yang dinamakan dengan 2 Tone Ska. Logo 2 Tone yaitu gambar kartun pria berpakaian jas hitam dengan kemeja putih, dasi hitam, topi `pork pie`, kaca mata hitam, kaus kaki putih & sepatu `Loafers` hitam menjadi logo resmi yang karakternya diberi nama `Walt Jabsco` (diambil dari nama Walt Disney, pendiri film kartun dan Jabsco berarti ganja dalam bahasa akal latin). Diciptakan oleh Dammers sendiri berdasarkan pose Peter Tosh pada sebuah photo awal kelompok The Wailers yang dapat dilihat pada cover album `The Wailing Wailer Studio One Realease`. Pada saat kerusuhan ras sedang terjadi dan organisasi rasis `National Front` sedang bertumbuh pesat, pakaian hitam putih dan band yang anggotanya terdiri dari multi ras, mengetengahkan lagu-lagu yang bertemakan `Unity` karena di saat itu negara tersebut sedang terpecah belah oleh isu rasial. Sama halnya dengan musik Ska di Jamaika, situasi yang terjadi pada saat itu terefleksi ke dalam lirik lagu, seperti "Racist Friend" yang dipopulerkan oleh The Specials. Band-band seperti Madness, The Beat, dan The Selecter membuat Ska menjadi sesuatu yang segar dengan mengolah nomor-nomor Ska klasik dari Prince Buster (Roughrider, Madness, Too hot, dll).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar