Sabtu, Februari 20, 2016

Djembe Sejarahnya serta jenisnya

Sejarah

Djembe atau jenbe/jyembe/jembe/yembe/ jimbay/sanbanyi adalah warisan budaya yang dipunya dan besar di Afrika. Asal usul djembe berasal dari kerajaan Mali yang megah pada sekitar abad 12. Dari semua alat music pukul Afrika, Djembe adalah salah satu yang paling dicari oleh dunia barat dan masyarakat dunia pada umumnya. Dan djembe juga telah mengilhami para pembuat drum professional diseluruh dunia.
Asal mula ejaan “jembe” yang menggunakan “dj”, merupakan berasal dari sejarah yang mengingatkan bahwa afrika dulu dijajah oleh prancis. Karna bangsa prancis terbiasa dan sangat kuat dalam huruf “J”. Djembe berasal dari kata dyembe (malinke,bahasa tradisional sebagian suku afrika/Mali), tetapi karna bangsa prancis tidak terbiasa dengan huruf “Y” maka huruf itu diganti dengan huruf “J”. dan kata djembe dipakai sampai sekarang untuk mengingatkan sakitnya dijajah oleh bangsa Prancis. Menurut bangsa Mali kata djembe berasal dari pepatah"Anke dje”, yang secara harafiah artinya "semua orang berkumpul bersama-sama" .

Bentuk fisik

Djembe adalah sebuah kayu yang berbentuk seperti gelas dan ditutup oleh kulit dengan tali sebagai alat untuk mengencangkannya. Yang dimaksudkan untuk dimainkan/dipukul dengan tangan kosong. Sebuah alat music pukul tradisional atau traditional drum yang berasal dari afrika. Pada awalnya djembe dipakai oleh masyarakat afrika untuk alat komunikasi pada jaman dulu, ini dikarenakan karena jarak yang sangat jauh dari desa ke desa. Selain itu alat music tradisional ini pada jaman dulu banyak dipakai untuk acara suku tradisional afrika, khususnya dipakai untuk acara spiritual/keagamaan.
Pada umumnya djembe berukuran 12” (30cm) pada diameternya, dan 24”(60cm) pada tingginya. Dan pada tingginya dibagi 2, 30cm pada bagian kakinya dan 30cm lagi untuk ukuran badannya. Djembe juga dapat ditemukan dalam ukuran yang lebih berfariasi, mulai dari yg terkecil dari 5” (13cm) sampai yang terbesar 18” (46cm) pada diameternya. Bunyi yang dihasilkan dari pukulan ke kulit djembe akan sangat tegas dan tajam, dikarenakan dari bentuk djembe yang menyerupai piala dan terdapat rongga atau yang dalam hukum fisika dikenal sebagai Helmholtz resonator (peristiwa resonansi pada suatu rongga). Bunyi-bunyi yang dihasilkan dalam djembe juga dihasilkan oleh beberapa teknik pukulan seperti “bass”, “tone”, dan “slap”. Namun semakin inovatifnya manusia dalam memainkan pukulan djembe, maka berbagai bunyi akan lebih variatif bunyinya. suara tinggi dan tajam, nada lebih bulat dan penuh, dan bass yang rendah dan dalam.

Hubungan spiritual djembe

Menurut kepercayaan spiritual orang afrika, djembe mempunyai 3 roh didalamnya. Yang pertama adalah roh dari kayu atau pohon yang menggambarkan kekuatan,ketegasan,penopang dan pelindung. Yang kedua adalah roh dari hewan atau kulit yang menggambarkan kemakmuran dan kesejahteraan. Dan yang terakhir adalah roh pembuat djembe itu sendiri yang menggambarkan semangat dari sang pembuatnya. Pada sebagian suku di afrika djembe telah menjadi alat terpenting dalam upacara keagamaan, salah satu alat pengiring dalam hubungan manusia dengan Tuhan.

Secara umum djembe dibagi dua jenis:

Rope – tune bass

Djembe tradisional dengan permukaan kulit atasnya dan ditarik atau kencangkan (tuning) hingga mencapai tingkat suara tertentu. Di Negara tempat asalnya, kulitnya menggunakan kulit kambing, rusa, kijang, unta atau kulit anak sapi. Pada kayunya dibuat dari kayu solid, yang kemudian diukir menurut batin dan keinginan si pembuat.

Key – tuned djembe

Djembe yang dibuat lebih modern daripada djembe tali gaya Afrika, dan disetel menggunakan kunci pas untuk mengencangkan baut di kepala Djembe. Cangkang kunci-tuned djembes juga kadang-kadang dibuat dari bahan sintetis seperti Acousticon, yang meniru kekuatan dan warna nada kayu tradisional Djembe drum dengan sangat baik. Kayu yang digunakan juga terkadang menggunakan fiber yang enteng namun solid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...